kesaksian tuhan yesus baik

Kesaksianpara pelayan Tuhan yang menguatkan iman. 27,139 likes · 6 talking about this. Visi : Menyebarkan cinta kasih Tuhan sampai ke ujung dunia Misi : Menguatkan iman dengan pengabaran injil YESUSSUNGGUH NYATA, DIA SUNGGUH TUHAN. 09/11//2020 - by Stand To Jesus. (Kesaksian Lydia Sihombing) Shalom saudara terkasih di dalam Tuhan, nama saya Lydia Sihombing, saya tinggal di Makassar. Ini adalah kesaksian bagaimana perjalanan hidup saya dari pindah agama meninggalkan YESUS akibat menikah dengan pria non Kristen sampai Maka dalam menjawab kemungkinan2 itu, Tuhan Yesus menjawab: 1. Bahwa ajaran-Nya bersifat Ilahi (ayat 16) "Ajaran-Ku tidak berasal dari diri-Ku sendiri, tetapi dari Dia yang telah mengutus Aku.". Selamatdatang bagi anda pada kesaksiaan saya mengenai kuasa Yesus yang telah menolong saya. Ya, saudara dan saudari, jika anda membaca judul dari kesaksian ini tentang penyakit AMBEIEN yang di JAMAH oleh TUHAN YESUS, kalian sungguh tidak salah BACA!!!! karena penyakit tersebut sungguh telah disembuhkan oleh Tuhan Yesus. VersiCetak Download Download. Salam damai sejahtera bagi kita di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, Tuhan kita. Saya mau menyaksikan kebaikan dan keajaiban Tuhan pada kehidupan saya secara pribadi. Saya seorang wanita yang biasa hidup menderita. Di balik penderitaan itu ternyata Tuhan sedang menuntun saya di jalan kebenaran firman. Süddeutsche Zeitung Heirats & Bekanntschaftsanzeigen Suche. Tuhan Yesus Itu Baik Semalam ada salah seorang teman saya yang membagikan kisah hidupnya. Saat teman saya merasa putus asa dengan apa yang dia alami, saya pun mulai memberikan kesaksian tentang hidup saya di mana Tuhan Yesus begitu baik. Saya berani mengatakan di hadapan teman saya tentang kebaikan Tuhan karena saya telah mengalami mujizatnya. Banyak hal yang telah Tuhan lakukan dalam kehidupan saya. Mulai dari menghindarkan saya dari maut, mengizinkan saya mengalami sakit, mengizinkan saya mengalami kesulitan ekonomi, mengizinkan saya mengalami patah hati dan juga kekecewaan lainnya yang disebabkan oleh keluarga, hingga pada akhirnya Tuhan memberikan saya kemenangan atas apa yang telah sama hadapi. Percayalah bahwa saat kita menghadapi hal tersulit, di sanalah Tuhan sedang menempa kehidupan kita. Tuhan ingin iman kita semakin kuat dan tahan menghadapi pencobaan yang ada di dunia. Tuhan ingin menjadikan kita anak-anaknya yang tangguh, yang tidak mudah menyerah dalam menghadapi badai hidup. Tuhan tidak pernah sekali pun membiarkan kita berjalan sendiri. Tuhan akan selalu berada bersama kita pada saat kita mengalami kesulitan hidup. Sewaktu kita menangis, tangan Tuhan sendiri yang menampung air mata kita dan menyimpannya dalam hati-Nya. Tuhan yang akan memberi kelegaan dan memberikan mujizat pada waktunya. Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar Yesaya 591 Artikel Lainnya Post navigation “Alangkah limpahnya kebaikan-Mu yang telah Kausimpan bagi orang yang takut akan Engkau, yang telah Kaulakukan bagi orang yang berlindung pada-Mu,” Mazmur 3120 Shallom sahabat GBA dan semua anak-anak Tuhan 🙏 Saya mau bersaksi atas kebaikan Tuhan Yesus dalam hidup kami. Kami serumah ada 5 orang, yaitu saya, suami, ibu saya, dan 2 adik saya. Awal Juli suami saya demam, besoknya saya ikutan demam juga, kami berdua panik, lalu menelpon teman kami yang dokter. Kami diberi resep obat, dalam kondisi demam saya ke apotik membeli obat. Dari gejalanya, saya dan suami terpapar covid. Dokter teman saya selalu menguatkan saya dan suami. Saya pun selalu berdoa dan mengandalkan Tuhan Yesus untuk kesembuhan covid. Besoknya adik saya kena covid. Adik yang 1 lagi, puji Tuhan sehat. Seminggu kemudian, ibu saya demam, kakinya susah jalan. Malam itu, sekitar jam 11 malam, saya yang masih dalam kondisi isoman, tapi badan sudah mulai fit, Bersama adik dan suami mengantar ibu saya ke RSPP untuk berobat. Ibu diperiksa di UGD, menjalani test swab, lalu dinyatakan positif covid. Langsung masuk ke ruang isolasi di RSPP. Ibu saya malam itu PCR lagi untuk hasil yang akurat, sambil menunggu untuk dapat kamar di RS pelayanan Covid Modular Simprug. Puji Tuhan Haleluya, malam itu ibu saya langsung ditangani di ruang isolasi covid di RSPP. Padahal malam itu saya melihat ada 2 pasien covid tidak bisa diterima di RSPP. Karena kemurahan dan kebaikan Tuhan, Tuhan Yesus baik, memberikan kelancaran, sehingga ibu saya segera dapat kamar isolasi di RSPP, sambil menunggu pindah ke RS Covid Modular Simprug. Puji Tuhan berkat Tuhan Yesus luar biasa, setalah semalam dirawat di ruang isolasi covid RSPP, besoknya sekitar jam 11 siang, ibu saya dipindahkan ke RS Covid Modular Simprug. Walaupun ada sedikit pertentangan dari adik saya, yang ingin ibu isoman di rumah saja. Tetapi menurut keterangan dokter, ibu saya harus dirawat di RS karena ada pnemoia dan pengentalan darah. Jadi tidak bisa dirawat di rumah saja. Saya merasa sedih melihat ibu saya pada waktu itu saat dibawa ke RS dengan ambulance. Karena biasanya ibu selalu ditemani oleh anak-anak di rumah, dan kali ini ibu sendiri, walaupun ada 2 orang di dalam mobil itu bersama ibu. Kami sedih dan bingung memikirkan siapa yang akan mengurus ibu di RS, Karena kaki ibu sakit dan susah jalan. Selain itu ibu saya tidak tahu pakai hp sama sekali. Tetapi, Puji Tuhan, Tuhan Yesus baik, ibu saya dapat kamar rawat biasa di RS Simprug, dan kami bisa berkomunikasi melalui telepon biasa yang ada di kamar ibu melalui admin RS Covid Modular. Tuhan Yesus sungguh baik. Tuhan Yesus tidak membiarkan ibu saya sendiri. Tuhan Yesus selalu menyertai ibu saya, dengan mengirim orang-orang baik di sekitar ibu saya. Saat saya menelpon ibu saya, selalu ada orang yang membantu ibu. Baik teman sekamar, petugas kesehatan, maupun cleaning service, semua baik. Semua Karena anugrah Tuhan. Tak lupa kami berbagi kue buat petugas kesehatan, cleaning service, dan teman sekamar ibu saya, yang selalu membantu ibu, terutama saat menelpon, karena ibu saya tidak mengerti cara pakai hp. Puji Tuhan, bahkan hari Minggu ibu saya tetap mengikuti ibadah online, bisa mengikuti zoom meeting dari gereja yang berdoa untuk jemaat gereja yang terpapar covid. Sangat menyemangati ibu saya. Setelah 10 hari dirawat dengan baik oleh dokter dan petugas kesehatan di RS covid, ibu saya diijinkan pulang ke rumah. Walaupun masih positif, kami sekeluarga selalu berdoa agar ibu sehat kembali. Setelah seminggu isoman di rumah, hasil PCR negatif, puji Tuhan, kami sekeluarga sudah negatif dari Covid dan sehat Kembali. Puji Tuhan Haleluyah. Saya sekeluarga bisa melewati ini semua, berkat yang luar biasa dari Tuhan Yesus. Amin 🙏. Kiranya semua anak-anak Tuhan selalu diberikan kelancaran dan kemudahan dalam melewati setiap masalah. Amin 🙏. Mohon dukungan doa, untuk kesembuhan lutut kaki ibu saya, biar bisa berjalan, walaupun menggunakan tongkat. Amin. Terima kasih Tuhan Yesus, Tuhan Yesus memberkati kita semua Amin. 🙏 Kesaksian Oleh Viske Peserta GBA B7 Pertanyaan Jawaban"Saksi" adalah seseorang yang menegaskan atau membuktikan sebuah fakta. Untuk menjadi saksi yang efektif bagi Kristus, seseorang harus memiliki pengetahuan yang langsung berasal dari-Nya. Rasul Yohanes berbicara mengenai hal ini dalam 1 Yohanes 11-3, ketika ia mengatakan, "Apa … yang telah kami dengar, yang telah kami lihat dengan mata kami, yang telah kami saksikan dan yang telah kami raba dengan tangan kami tentang Firman hidup-itulah yang kami tuliskan kepada kamu." Hari ini, kita yang mengalami hidup baru di dalam Kristus memberikan penjelasan tentang kasih dan pengampunan-Nya, baik secara lisan dan melalui cara kita menjalani kehidupan. Inilah kesaksian itu. Agar kesaksian kita menjadi efektif, kita harus mengingat beberapa hal yang mendasar 1 TEMA dari kesaksian kita adalah Yesus Kristus. Paulus mendefinisikan Injil sebagai kematian, penguburan, dan kebangkitan Yesus Kristus 1 Kor 151-4. Jika kita tidak menjelaskan pengorbanan Kristus, maka kita tidak benar-benar membagikan Injil. Lihat juga di 1 Kor 22 dan Rom 109-10. Satu bagian yang penting dari tema ini terkait fakta bahwa Yesus Kristus adalah satu-satunya cara bagi seseorang untuk bisa dianugerahi keselamatan, bukan hanya salah satu dari banyak cara. "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku" Yoh 146. 2 KUASA kesaksian kita adalah Roh Kudus. Roh Kudus-lah yang mengubahkan kehidupan Tit 35. Kehidupan yang diubahkan adalah bukti yang jelas bagi semua orang. Saat kita memberikan kesaksian, kita harus banyak-banyak berdoa, memohon kuasa dari Roh Kudus agar kita dimampukan untuk bersinar sedemikian rupa, sehingga orang lain akan mengenali kuasa Allah di dalam kita Mat 516. 3 VALIDITAS dari kesaksian kita akan ditunjukkan oleh cara kita menjalani hidup kita. Filipi 215 menetapkan tujuan ini bagi kita "Supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia." Saksi Kristus yang efektif akan menjalani kehidupan yang tidak bercela di dalam kuasa Roh Kudus, yang buah-buahnya akan terlihat nyata ketika kita tetap hidup di dalam Kristus Yoh 151-8; Gal 522-23. Mungkin yang paling penting di antara semuanya itu, kita harus cukup akrab dengan Alkitab sehingga dapat menyajikan Injil secara akurat dan jelas kepada orang lain. "Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu" 1 Ptr 315. Selalu siap sedia berarti kita harus mempelajari Alkitab dengan rajin, menghafal Alkitab, dan berdoa untuk kesempatan yang diberikan Allah agar bisa berbagi dengan orang-orang yang hatinya telah dipersiapkan oleh Dia untuk mendengarkan pesan keselamatan-Nya. English Kembali ke halaman utama dalam Bahasa Indonesia Bagaimana saya bisa menjadi saksi Kristus yang efektif di dunia yang terhilang ini? Segala perkara dapat ku tanggung didalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku’ Filipi 413 Shalom, nama saya Vivi, saya ibu rumah tangga. Puji nama Tuhan saya bisa menyaksikan kebaikan Tuhan dalam hidup saya, dimana Tuhan menyelamatkan nyawa saya. Kejadian ini terjadi untuk kedua kalinya, bahwa saya hamil di luar kandungan. Dimana saya hamil bukan di dalam rahim tapi di luar rahim. Tahun 2004, saya sudah dikarunia seorang anak laki-laki, lahir melalui Caesar. Tahun 2005, saya hamil di luar kandungan dan saya dioperasi. Operasi berjalan dengan lancar. Pada tahun 2007 saya hamil kembali untuk yang kedua kalinya, di luar kandungan juga. Dimana kondisi itu membuat saya begitu sedih dan takut. Saya berteriak minta tolong, “Tuhan tolong saya…”, dan akhirnya saya di USG ke dokter ahli. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa janin berada di saluran pangkal saluran telur dan rahim. Dimana kondisi itu, kalau dioperasi akan mengakibatkan pendarahan yang hebat. Saat itu saya takut sekali, karena harus menghadapi operasi yang ketiga kali, dan operasinya beresiko. Dan dokter mengusulkan ada alternative lain selain dioperasi yaitu dengan di suntik mtx. Akhirnya saya mengambil jalan untuk disuntik mtx dua kali dari dosis yang sebelumnya. Dan saya diharuskan menunggu hasil selama 2 minggu. Selama 2 minggu itu saya dan beberapa saudara seiman berdoa terus meminta pertolongan Tuhan. Supaya janin bisa pecah dan tanpa saya harus menjalani operasi. Akan tetapi, setelah 2 minggu berlalu, janin masih tidak keluar. Dan setelah di USG ulang ternyata janin masih ada. Dan akhirnya saya mengambil alternative operasi untuk yang ke tiga kali. Walaupun saat itu saya takut sekali, tapi saya pasrah, saya percaya rancangan Tuhan adalah rancangan damai sejahtera, bukan rancangan kecelakaan. Pada saat saya memasuki ruang operasi, saya dan beberapa saudara seiman berdoa, Tuhan tolong campur tangan untuk operasi ini’. Akhirnya saya masuk kamar operasi jam 9 pagi. Satu jam kemudian, dokter keluar memanggil suami saya. Dokter memberitahukan bahwa ternyata janin bukan berada dalam saluran telur dan Rahim. Ternyata janin berada di pangkal paha belakang, yaitu di panggul, yang menurut dokter kejadian ini sangat langka, dan beresiko tinggi, serta janin sudah berwarna hijau. Seandainya kemarin disuntik mtx, janin pecah dan akan terjadi pendarahan di perut bagian belakang dan berarti saya meninggal. Puji nama Tuhan, ternyata Tuhan menolong saya dengan janin yang tidak pecah yang tadinya kita berdoa, Tuhan tolong janin supaya pecah’. Ternyata janin tidak pecah. Dan dokter mengatakan kepada suami saya, bahwa dia tidak sanggup untuk mengambil janin itu. Dan dokter berencana untuk menjahit kembali perut saya tanpa mengambil janin. Itu berarti saya akan meninggal begitu perut saya dijahit kembali. Dalam keadaan kritis dokter itu diberi hikmat oleh Tuhan, beliau menelepon seniornya. Kita sebut saja dokter B. Dokter B baru saja selesai mengoperasi orang lain 15 menit yang lalu. Akhirnya dokter B menyanggupi datang ke tempat saya. Dengan bantuan 2 dokter inilah, saya dioperasi kurang lebih 5 jam lamanya. Dan janin dapat diangkat tanpa pendarahan. Puji nama Tuhan operasi berjalan lancar, dan begitu saya siuman, saya mendengar cerita dari suami saya, saya menangis, Tuhan terimakasih Kau telah menyelamatkan nyawa saya. Diakhir kesaksian ini, saya ingin membagikan bahwa Tuhan Yesus itu baik, yang tidak mungkin menjadi mungkin. Dan pertolongan Tuhan itu tepat pada waktunya. Demikianlah kesaksian saya ini. Semoga bisa menjadi berkat buat pemirsa di rumah. Puji nama Tuhan. Tuhan Yesus memberkati.’ Sumber Blessing Media – GBI Mekar Wangi Bandung Narasumber Indri Hanns Kameramen Gideon Manurung Editor Christiani Putri Para Rasul, melalui kuasa jabatan keimamatan mereka, ditunjuk sebagai saksi khusus akan Kristus di seluruh dunia lihat A&P 10723. Kesaksian mereka adalah penting dalam pekerjaan keselamatan Tuhan. Tetapi para Rasul seharusnya tidak berdiri sendirian. Kita semua yang dibaptiskan dan ditetapkan telah mengambil bagi diri kita nama Yesus Kristus dengan sebuah tekad “untuk berdiri sebagai para saksi Allah setiap saat dan dalam segala hal, dan di segala tempat” Mosia 189. Dalam kapasitas kita masing-masing, kita harus menjadi saksi-Nya. Sesungguhnya, Tuhan bergantung pada “yang lemah dan yang sederhana” untuk mengabarkan Injil-Nya lihat A&P 119, 23, dan adalah hasrat-Nya “supaya setiap orang dapat berbicara dalam nama Allah, Tuhan, yaitu Juruselamat dunia” A&P 120. Pikirkanlah beberapa cara anggota Gereja Yesus Kristus dari Orang-orang Suci Zaman Akhir dapat menjadi saksi akan Kristus. Kita adalah para saksi akan Kristus ketika kita menerima sebuah kesaksian yang pasti dan pribadi bahwa Dia hidup. Menjadi saksi akan Yesus Kristus dalam artian yang paling mendasar adalah memiliki sebuah kesaksian yang pasti dan pribadi bahwa Dia adalah Putra ilahi Allah, Juruselamat dan Penebus dunia. Para rasul zaman dahulu mengetahui bahwa Yesus adalah Mesias yang dijanjikan dan berbicara dari pengalaman pribadi tentang kesungguhan kebangkitan-Nya. Meskipun demikian, seorang saksi akan Kristus tidak perlu melihat-Nya atau masuk ke hadirat-Nya. Ketika Petrus bersaksi kepada Yesus, “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup,” Tuhan menjawab bahwa pengetahuan ini tidak datang sebagai akibat dari kedekatan atau pengalaman jasmani Petrus dengan Yesus melainkan karena Bapa-Nya yang di Surga telah menyatakannya kepadanya lihat Matius 1615–17. Yesus menjadikannya jelas bagi Tomas bahwa seseorang dapat memiliki kepercayaan atau kesaksian yang sama seperti yang Tomas terima tanpa menyentuh maupun melihat-Nya “Kata Yesus kepadanya Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya’ Yohanes 2029.” Kesaksian kita akan Kristus biasanya dimulai dengan kesaksian dari orang lain—orang-orang yang kita kenal atau ketahui dan percayai. Kita memiliki kesaksian tercatat dari para Rasul bahwa “Yesus inilah yang dibangkitkan Allah, dan tentang hal itu kami semua adalah saksi” Kisah Para Rasul 232. Kita memiliki Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru tentang prapenahbisan, pelayanan, serta Kurban Tebusan-Nya. Kita memiliki kesaksian lainnya, Kitab Mormon, yang tujuan utamanya adalah “meyakinkan bangsa Yahudi dan bangsa bukan Yahudi bahwa Yesus adalah Kristus, Allah yang Kekal, yang menyatakan Diri-Nya kepada semua bangsa.”1 Kita memiliki kesaksian Nabi Joseph Smith bahwa dia melihat dan mendengar Bapa menunjuk kepada Yesus dan menyatakan, “Inilah Putra-Ku yang Kukasihi” Joseph Smith 217, dan penegasan Nabi selanjutnya bahwa “setelah banyak kesaksian yang telah diberikan mengenai Dia, inilah kesaksian yang terakhir dari semuanya yang kami berikan Bahwa Dia hidup! Karena kami melihat Dia, yaitu di sebelah kanan Allah dan kami mendengar suara yang memberikan kesaksian bahwa Dia adalah Putra Tunggal Bapa” A&P 7622–23. Kita memiliki para saksi khusus di zaman kita yang hidup di antara kita dan dari mereka, dengan mata dan telinga kita sendiri, kita menerima kesaksian yang meneguhkan. Banyak orang lebih diberkati dengan mendengar kesaksian orang tua, kakek nenek, dan teman-teman yang penuh iman. Mereka yang mengikat perjanjian baptisan menerima endowmen khusus akan iman kepada Yesus Kristus, dan dengan karunia Roh Kudus datanglah kesaksian bahwa kesaksian yang kita terima mengenai Kristus adalah benar. Nefi menegaskan bahwa ini akan terjadi “Kemudian kamu berada di jalan yang lurus dan sempit ini yang menuju hidup yang kekal, ya, kamu telah masuk melalui pintu gerbang. Kamu telah berbuat sesuai dengan perintah-perintah Bapa dan Putra dan kamu telah menerima Roh Kudus yang bersaksi tentang Bapa dan Putra, demi terpenuhinya janji yang telah dibuat-Nya, bahwa jika kamu masuk melalui jalan itu, kamu akan menerima” 2 Nefi 3118; penekanan ditambahkan. Adalah suatu karunia rohani untuk memercayai perkataan orang lain dan karunia tambahan yang “diberikan oleh Roh Kudus untuk mengetahui bahwa Yesus Kristus adalah Putra Allah, dan bahwa Dia disalibkan untuk dosa-dosa dunia” A&P 4613. Kesaksian ini sering datang dalam perasaan—perasaan yang membara, damai, dan pasti, suatu perasaan peneguhan. Tuhan memberi Oliver Cowdery kesaksian tentang Kitab Mormon melalui perasaan rohani yang menegaskan “bahwa firman atau pekerjaan yang kautuliskan itu adalah benar” A&P 617. Tuhan kemudian menambahkan, “Jika engkau menginginkan suatu bukti lain, pusatkanlah pikiranmu pada malam tatkala engkau berseru kepada-Ku dalam hatimu, agar engkau dapat mengetahui mengenai kebenaran hal-hal ini. Tidaklah Aku mencurahkan damai ke dalam akalmu mengenai persoalan ini. Bukti yang lebih besar apakah yang dapat kauperoleh selain dari Allah?” A&P 622–23. Roh yang berbicara dengan kedamaian dalam pikiran seseorang bukanlah satu-satunya bentuk dimana kesaksian dapat datang, melainkan karena itu berasal dari Allah, tidak ada yang lebih besar. Sama seperti dengan mengenyangkan diri dengan firman Kristus dalam tulisan suci kita “dapat bersaksi bahwa [kita] telah mendengar suara-[Nya] dan mengetahui kata-kata-[Nya]” A&P 1836, kita dapat bersaksi dari perasaan rohani yang meneguhkan dari Allah bahwa kita mengenal Putra-Nya dan bahwa Dia hidup. Kita adalah para saksi akan Kristus ketika kita hidup sedemikian rupa untuk memperlihatkan ajaran-ajaran-Nya. Selama pelayanan fana-Nya di Belahan bagian Barat, Juruselamat memberikan perintah ini “Angkatlah terangmu supaya terang itu dapat menyinari dunia. Lihatlah, Akulah Terang yang harus kamu angkat ke atas—yang telah kamu lihat apa yang Kulakukan” 3 Nefi 1824. Orang-orang seharusnya dapat melihat dalam diri kita sesuatu tentang Yesus Kristus. Cara kita bertindak, berbicara, berpenampilan, dan bahkan berpikir akan mencerminkan Dia dan cara-cara-Nya. Alma menyatakannya sebagai mengalami suatu perubahan yang hebat dalam hati kita dan menerima rupa-Nya dalam wajah kita lihat Alma 514. Mengenai tema yang sama ini, Tuhan memerintahkan agar kita bahkan menjadi seperti Dia lihat 3 Nefi 1717. Meskipun kita tidak ada bersama-Nya dalam pelayanan-Nya, sewaktu kita menyelidiki tulisan suci, kita melihat Yesus dan apa yang Dia katakan dan lakukan. Dan sewaktu kita mengikuti pola itu, kita memberikan kesaksian tentang Dia. Saya ingat teladan dari seorang pastor Katolik yang saya kenal sewaktu kami bekerja sama dalam kegiatan pelayanan masyarakat di Nashville, Tennessee. Bapa Charles Strobel mengembangkan sebuah proyek untuk membawa para pria tunawisma dari jalanan ke program pelatihan beberapa jam yang menyediakan keterampilan hidup dan kesempatan-kesempatan kejuruan bagi mereka. Dia mengabdikan banyak waktu untuk menolong para pria ini membuat perubahan permanen agar menjadi lebih baik dan mandiri. Saya terkejut mengetahui bahwa ibunya telah dibunuh oleh seorang pria tunawisma beberapa tahun sebelumnya. Kasih Bapa Strobel yang menyerupai Kristus diulurkan bahkan kepada para pria yang salah seorang di antaranya kedapatan telah dengan kejamnya mengambil nyawa ibunya yang berharga. Pesan utama para rasul dan nabi di segala zaman adalah pentingnya bertobat untuk menerima pengampunan dosa melalui Kurban Tebusan Yesus Kristus. Pertobatan kita sendiri memberikan kesaksian tentang Dia dan kuasa kasih karunia-Nya untuk mengampuni serta membersihkan kita. Kita tidak perlu mencapai kesempurnaan agar kesaksian kita dapat berlaku sepanjang kita berusaha untuk menyelaraskan kehidupan kita dengan standar Juruselamat. Presiden Ezra Taft Benson 1899–1994 dengan bijak menasihatkan kesabaran juga ketekunan dalam proses ini “Menjadi seperti Kristus merupakan pencarian seumur hidup dan sering kali melibatkan pertumbuhan dan perubahan yang lambat, hampir tak kentara …. … Karena bagi orang-orang yang insyaf seperti Paulus, Enos, dan Raja Lamoni, ada ratusan dan ribuan orang yang menemukan proses pertobatan jauh lebih lembut, jauh lebih tak kentara. Hari demi hari mereka maju lebih dekat kepada Tuhan, dengan sedikit menyadari mereka sedang membangun kehidupan yang seperti Allah. Mereka menjalani kehidupan yang penuh kebaikan, pelayanan, dan komitmen secara diam-diam. Mereka seperti bangsa Laman, yang Tuhan katakan dibaptiskan dengan api dan dengan Roh Kudus dan mereka tidak mengetahuinya’ 3 Nefi 920; cetak miring ditambahkan.”2 Kita adalah para saksi akan Kristus ketika kita menolong orang lain datang kepada-Nya. Nefi menceritakan dalam pernyataan yang penuh sukacita, “Kita berbicara tentang Kristus, kita bersukacita dalam Kristus, kita berkhotbah tentang Kristus, kita bernubuat tentang Kristus dan kita menulis sesuai dengan nubuat-nubuat kita, supaya anak-anak kita dapat mengetahui kepada sumber mana mereka dapat mencari untuk pengampunan dosa-dosa mereka” 2 Nefi 2526. Kita juga dapat menjadi aktif dalam menolong orang lain, terutama anak-anak kita, datang kepada Kristus. Kalimat Nefi “kita berbicara tentang Kristus” menyarankan bahwa kita tidak segan untuk berbicara tentang perasaan kita mengenai Juruselamat dalam percakapan dan suasana yang tidak resmi. Sering kali situasi itu bersifat pribadi dimana dalam cara-cara yang terbuka dan ramah kita dapat membahas siapa Dia dan apa yang Dia lakukan dan ajarkan, dengan mengimbau orang lain juga untuk mengasihi serta mengikuti-Nya. “Kita bersukacita dalam Kristus” mengandung arti bahwa kita hidup dengan sikap bahagia secara umum yang mencerminkan iman kita kepada Kristus. Kita tahu bahwa “karunia-Nya cukup” bagi kita untuk ditebus dari kematian dan dosa serta untuk disempurnakan di dalam Dia lihat Moroni 1032–33. Ketika kita menghadapi kekecewaan dan bahkan tragedi, kita tahu bahwa karena Dia, kebahagiaan kekal kita adalah pasti. Sewaktu iman kita kepada Yesus Kristus dilihat oleh orang lain, kita memperlihatkan kepada orang lain yang “letih lesu dan berbeban berat” bagaimana menemukan kelegaan di dalam Dia lihat Matius 1128–30. “Kita berkhotbah tentang Kristus” tentunya memiliki rujukan pada pekerjaan misionaris penuh-waktu dan anggota tetapi juga mencakup apa yang kita lakukan dalam kebaktian, kelas-kelas Sekolah Minggu, dan suasana serupa dimana Dia merupakan tema dari pembelajaran dan pemberian petunjuk tersebut. Peran serta kita sebagai guru dan siswa adalah bagian dari pemberian kesaksian kita tentang Dia, dan pembelajaran pribadi mendukung peran serta itu dengan kesaksian lebih lanjut mengenai kepercayaan kita. “Kita bernubuat tentang Kristus” artinya bahwa kita menyatakan kesaksian kita tentang Dia dengan kuasa Roh lihat 1 Korintus 123. “Kesaksian Yesus adalah roh nubuat” Wahyu 1910. Sebagaimana orang-orang di zaman dahulu menubuatkan tentang kedatangan pertama-Nya, kita juga menegaskan dalam kata dan tindakan nubuat tentang Kedatangan-Nya yang Kedua Dengan melaksanakan pembaptisan serta tata cara-tata cara bagi leluhur kita dengan kuasa imamat yang dipulihkan oleh Elia dalam mengantisipasi “hari Tuhan yang besar dan dahsyat” Maleakhi 45–6; lihat juga A&P 2; 12817–18, kita bersaksi bahwa Kristus akan datang lagi dan bahwa hati kita harus dibalikkan kepada bapa-bapa kita untuk mempersiapkan diri bagi kedatangan-Nya lihat Maleakhi 46; A&P 22. “Kita menulis sesuai dengan nubuat-nubuat kita” menyarankan kebijaksanaan dalam membuat catatan yang permanen tentang kesaksian Kristus. Kita memahami bahwa kesaksian yang kita berikan “tercatat di surga, supaya dilihat para malaikat; dan mereka bersucita atas [kita]” A&P 623. Keturunan kita dan orang lain dapat melihat dan bersukacita atas kesaksian kita tentang Kristus yang ditulis atau dicatat untuk manfaat mereka bahkan sebelum beberapa di antaranya lahir. Sewaktu Anda merasakan kesaksian Roh Kudus tentang Dia, ditegaskan dan ditegaskan kembali ke dalam roh Anda dalam banyak pengalaman dan suasana yang berbeda, sewaktu Anda berusaha untuk mengangkat terang teladan-Nya dalam kehidupan Anda sendiri setiap hari, dan sewaktu Anda memberikan kesaksian kepada orang lain serta menolong mereka belajar tentang dan mengikuti Dia, Anda adalah saksi akan Yesus Kristus. Allah memberikan kepada Anda hasrat hati Anda untuk menjadi di antara mereka “yang menerima kesaksian tentang Yesus” A&P 7651 dan setia terhadap kesaksian itu di sepanjang kehidupan fana lihat Joseph F. Smith—Penglihatan mengenai Penebusan Orang yang Telah Mati12.

kesaksian tuhan yesus baik